Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Pengukur Kinerja Bagian Produksi (Studi Kasus di PT. Ganesha Indonesia) Malang

Koshima, Edmund (2001) Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Pengukur Kinerja Bagian Produksi (Studi Kasus di PT. Ganesha Indonesia) Malang. Skripsi thesis, Universitas Widya Kartika.

[img] Text (ABSTRAK)
13 EDMUND KOSHIMA.pdf

Download (717kB)

Abstract

Terdapat berbagai macam cara bagi suatu perusahaan untuk mewujudkan tujuannya, yaitu memaksimalkan kemampuan untuk memperoleh laba. Salah satu cara yang digunakan adalah mengurangi biaya yang akan dikeluarkan menjadi sekecil mungkin, dan bagian produksi adalah salah satu bagian yang terpenting. Kinerja seorang manajer produksi diukur dari kemampuannya untuk mengendalikan biaya menjadi seefisien dan seefektif mungkin. Dalam hal ini digunakan sistem akuntansi pertanggungjawaban untuk mengukur seberapa baikkah kinerja manajer produksi tersebut PT. GANESHA INDONESIA adalah sebuah perusahaan manufaktur yang proses produksinya berdasarkan sales contract, yang berarti tidak ada persediaan akhir. Dalam penyusunan anggaran yang dilakukan selama ini, para manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan tidak disertakan karena semuanya disusun langsung oleh direktur operasional. Sistem akuntansi pertanggungjawaban, khususnya, digunakan untuk menganalisa kinerja manajer produksi dari proses penyusunan anggaran sampai dengan pelaporan pertanggungjawaban. Dari hal itu dapat dilihat seberapa baikkah kinerja seorang manajer produksi. Dari hasil penelitian dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa bahwa manajer produksi dapat mengendalikan biaya-biaya yang terjadi di departemennya dengan baik. Walaupun kita ketahui bahwa pada tahun 2000, harga barang-barang naik tak terkecuali harga bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, sebagai imbas dari krisis moneter yang tidak kunjung membaik, Tapi manajer produksi dapat mengatasi kenaikan harga bahan baku tersebut, dengan cara mengurangi biaya-biaya yang lain menjadi seefisien mungkin. Kinerja manajer produksi dapat ditingkatkan lagi bila ia ikut serta didalam menyusun anggaran biaya produksi, karena bagaimanapun juga manajer produksi tentulah yang paling mengerti besamya biaya yang harus dianggarkan dalam suatu proses produksi. Hal ini juga akan menimbulkan motivasi manajer untuk bekerja lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: SK.AK Kos 13 2001
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi > Program Studi Akuntansi
Depositing User: Perpustakaan UWIKA
Date Deposited: 01 Nov 2022 01:52
Last Modified: 01 Nov 2022 01:52
URI: http://repository.widyakartika.ac.id/id/eprint/2696

Actions (login required)

View Item View Item