Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Keberhasilan Manajemen Dalam Mengelola Perusahaan (Analisis pada Perusahaan-perusahaan Industri Foods and Beverages yang Go Public di PT. BES)

Oktavia, Rini Sugihastuti (2006) Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Keberhasilan Manajemen Dalam Mengelola Perusahaan (Analisis pada Perusahaan-perusahaan Industri Foods and Beverages yang Go Public di PT. BES). Skripsi thesis, Universitas Widya Kartika.

[img] Text (ABSTRAK)
JUDUL DAN DAFTAR-19.pdf

Download (7kB)

Abstract

Laporan keuangan adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban dari pihak manajemen. Dengan menggunakan laporan keuangan para pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan bisnis menggunakannya sebagai salah satu bahan pertimbangan. Meskipun laporan keuangan tidak secara langsung dapat memberikan informasi yang jelas, namun dengan melakukan analisis laporan keuangan maka akan dapat diketahui bagaimana kondisi keuangan perusahaan. Dalam penelitian ini analisis laporan keuangan yang dilakukan menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio utang/solvabilitas/leverage, dan rasio profitabilitas. Dari hasil analisis tersebut akan dapat diketahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan terutama dalam bidang keuangan. Dari hasil penelitian rasio likuiditas PT. Mayora Indah mempunyai tingkat likuiditas yang paling baik karena memiliki kemampuan untuk melunasi utang jangka pendeknya dengan sangat baik, yaitu 697,19% untuk rasio lancar dan 563,00% untuk rasio cepat. Di peringkat kedua ada PT. Aqua Golden Mississippi dengan 358,93% untuk rasio lancar dan 341,88 untuk rasio cepat. Kemampua PT. Aqua untuk melunasi utang jangka pendeknya cukup baik. Sedangkan untuk PT. Siantar Top, PT. Asia Intiselera, PT. Indofoood Sukses Makmur dan PT. Ades Alfindo Putrasetia memiliki tingkat likuiditas jauh di bawah rata-rata perusahaan. Oleh karena itu keempat perusahaan tersebut dapat memberikan diskon guna meraih keuntungan. Dari hasil perhitungan rasio aktivitas PT. Ades mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam melakukan penagihan piutang dengan 10,55kali siklus piutang dari rata-rata industri 7,24 kali dan rata-rata umur piutang 34,91 kali dari 56,95hari rata-rata perusahaan. Sedangkan PT. Aqua mencapai tingkat perputaran persediaan, perputaran aktiva tetap dan total aktiva yang paling baik dengan 97,88 kali, 3,67 kali, 1,98 kali dari rata-rata perusahaan 21,84 kali, 2,01 kali dan 1,14 kali, hal ini menandakan tingkat penjualan tinggi untuk. Untuk PT. Mayora, PT. Siantar, PT. Asia Intiselera dan PT. Indofood diharapkan dapat lebik menungkatkan penjualan. Dari hasil perhitungan rasio utang PT. Mayora mempunyai rasio total utang terhadap aset dan rasio total utang terhadap modal paling baik dengan 36,68% dan 59,91% dari rata-rata industri 57,36% dan 5,76%. Hal ini karena porsi utang PT. Mayora lebih kecil. Dari hasil perhitungan rasio profitabilitas PT. Mayora profit marginnya paling tinggi dengan 8,60% dari rata-rata industri 4,54%. Hal ini karena perusahaan dapat meningkatkan laba dari penjualan. Untuk kelima perusahaan lainnya diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan. PT. Aqua mempunyai return on assets dan return on equity yang paling baik dengan 12,67% dan 26,00% dari rata-rata industri 5,13% dan 10,69%, sedangkan untuk earning per share yaitu PT. Mayora dengan Rp 125,57 dari rata-rata industri yang minus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: SK.EKO Okt 327 2006
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business > HF5546-5548.6 Office management
H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business > HF5601 Accounting
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG4001-4285 Finance management. Business finance. Corporation finance
Divisions: Fakultas Ekonomi > Program Studi Manajemen
Depositing User: Staff Perpustakaan UWIKA
Date Deposited: 07 Nov 2022 04:18
Last Modified: 07 Nov 2022 04:18
URI: http://repository.widyakartika.ac.id/id/eprint/2765

Actions (login required)

View Item View Item