Peranan Frekuensi Pengawasan Mutu Terhadap Kerusakan Produk Jadi Timba pada Perusahaan "Omega Plastics" di Surabaya

Soesanto, Setya Dharma (2002) Peranan Frekuensi Pengawasan Mutu Terhadap Kerusakan Produk Jadi Timba pada Perusahaan "Omega Plastics" di Surabaya. Skripsi thesis, Universitas Widya Kartika.

[img] Text (ABSTRAK)
208. SETYA DHARMA SOESANTO.pdf

Download (779kB)

Abstract

Satu faktor penting yang harus diperhatikan para produsen untuk dapat memberi kepuasan kepada konsumen produknya adalah mutu daripada produk yang dihasilkannya, karena mutu suatu produk menunjukkan jaminan atas manfaat yang diberikan produk tersebut kepada pihak yang memanfaatkannya. Untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu, produsen harus memperhatikan Quality Control atau pengawasan atas mutu hasil produksinya yang dilakukan mulai dari awal proses produksi sampai pada akhir proses produksi. Dalam hal ini keefektifan pelaksanaan pengawasan tersebut menyangkut bagaimana metode yang digunakan dan berapa kali frekuensi pengawasan mutu yang dilakukan. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan standar mutu yang ditetapkan oleh perusahaan serta upaya mengurangi kerusakan atas produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Jenis atau metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana, koefisien determinasi, dan uji-t. Dari hasil penelitian diketahui bahwa apabila frekuensi pengawasan mutu tidak mengalami perubahan maka produk rusak akan menjadi (a) 2741,20 satuan. Sedangkan apabila frekuensi pengawasan mutu ditingkatkan maka produk jadi timba yang rusak akan berubah turun sebesar 12,37 satuan. Dengan demikian antara frekuensi pengawasan mutu dan produk jadi timba yang rusak tidak terdapat hubungan yang di tandai dengan nilai korelasi (r) sebesar - 0,06961. Setelah diuji frekuensi pengawasan mutu terhadap produk jadi timba tidak mempunyai pengaruh yang signifikan hal ini terbukti dengan hasil t-hitung -0.473 lebih kecil dari ttabel -2,012, dengan demikian HO diterima dan HI ditolak. Untuk mengurangi produk jadi timba yang rusak atau cacat perusahaan dapat menempuh jalan keluar antara lain : (a) diperlukan penambahan frekuensi pengawasan, diharapkan produk rusak dapat berkurang, (b) diberikan latihan-latihan tambahan untuk tenaga pengawas agar tenaga pengawas dapat bekerja dengan optimal, termasuk latihan kerja untuk tenaga yang baru, (c) sebaiknya perusahaan melakukan pengawasan terus-menerus terhadap proses produksi, sehingga memungkinkan jumlah hasil produksi yang rusak dapat ditekan agar sesuai dengan mutu yang di harapkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: SK.EKO Soe 208 2002
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory > HB1-3840 Economic theory. Demography > HB131-147 Methodology > HB135-147 Mathematical economics.
H Social Sciences > HB Economic Theory > HB1-3840 Economic theory. Demography > HB135-147 Mathematical economics.
Divisions: Fakultas Ekonomi > Program Studi Manajemen
Depositing User: Perpustakaan UWIKA
Date Deposited: 10 Nov 2022 02:14
Last Modified: 10 Nov 2022 02:14
URI: http://repository.widyakartika.ac.id/id/eprint/2816

Actions (login required)

View Item View Item