Menilai Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Pendekatan Analisis Return On Investment Dan Analisis Economic Value Added Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk Di Surabaya

Pondaag, Irene (2006) Menilai Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Pendekatan Analisis Return On Investment Dan Analisis Economic Value Added Pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk Di Surabaya. Skripsi thesis, Universitas Widya Kartika.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK 65.pdf

Download (8kB)

Abstract

Penilaian kinerja perusahaan melalui data dari laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan. Tujuan terpenting dalam melakukan penilaian kinerja keuangan adalah untuk menilai apakah tujuan yang ditetapkan perusahaan sebagai suatu organisasi mampu dicapai, sehingga mampu memenuhi kepentingan anggotanya (investor, kreditur, dan pemegang saham). Alat yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan yang lazim digunakan selama ini adalah rasio keuangan yang terdiri dari analisis rasio likuiditas, rasio laverage, dan rasio profitabilitas. Kelebihan dari analisis rasio keuangan adalah dapat dilakukan perbandingan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu serta manajer dapat mengevaluasi kinerja dan kondisi keuangan dengan cepat. Kelemahannya analisis ini belum dapat memuaskan keinginan pihak manajemen khususnya pada penyandang dana belum cukup keyakinan apakah modal yang ditanamkan di masa yang akan datang akan memberikan tingkat hasil seperti yang diharapkan. Dalam perusahaan yang lazim digunakan untuk mengukur efektivitas dari seluruh operasi perusahaan adalah dengan analisis ROI. Sehingga ROI dapat disimpulkan sebagai analisis keuangan yang mengukur prestasi perusahaan tidak hanya dari laba yang dihasilkan tetapi juga harus diperhitungkan jumlah aktiva yang diinvestasikan untuk memperoleh laba tersebut. Pada perusahaan, ROI yang paling bagus adalah tahun 2002 yaitu sebesar 17,02 %. Konsep Economic Value Added (EVA) dapat digunakan untuk mengukur biaya yang seharusnya ditanggung oleh perusahaan sehubungan dengan pemakaian modal perusahaan melalui perhitungan biaya modalnya. Dari tahun 2000-2004 perusahaan telah memiliki nilai tambah yang positif. Apabila EVA dibandingkan dengan ekuitas perusahaan, pada tahun 2004 terdapat peningkatan nilai tambah yang paling besar. Hal ini dikarenakan perusahaan telah mampu mengelola ekuitasnya secara tepat. Begitu pula apabila EVA dibandingkan dengan aktiva perusahaan, pada tahun 2004 juga memiliki nilai tambah yang paling besar. Dan hal ini berarti bahwa perusahaan telah mampu menggunakan aktivanya secara efektif dan efisien. Secara keseluruhan, tahun 2001 ROI menunjukkan angka terendah, berarti kinerja perusahaan menurun dan diharapkan pihak manajemen dapat melakukan analisa terhadap kinerja keuangan perusahaan sehingga dapat dilakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan uang yang mungkin terjadi dan dapat membantu mengatasi penurunan ROI dan menghindari resiko pengambilan keputusan yang cukup tinggi. Begitu juga hasil EVA pada tahun 2001 menunjukkan angka terendah antara tahun 2000-2004, tetapi tetap memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan karena EVA >1, dan diharapkan pihak manajemen perusahaan tetap berusaha mempertahankan dan menciptakan nilai tambah yang positif di masa yang akan datang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: SK.AK Ire 65 2006
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi > Program Studi Akuntansi
Depositing User: Perpustakaan UWIKA
Date Deposited: 19 Oct 2022 11:42
Last Modified: 19 Oct 2022 11:47
URI: http://repository.widyakartika.ac.id/id/eprint/2541

Actions (login required)

View Item View Item