Suprobo, Filipus Priyo and Louis, Aloysius Widyawan and Suwito, Yohanes Benny Pendekatan Hybrid Dalam Model Adopsi Digital Pembinaan Iman Mahasiswa Katolik Di Universitas Non-Katolik. International Studies in Catholic Education.
|
Text (Cover Abstrak)
Cover Abstrak Laporan Akhir Penelitian Pendekatan Hybrid Dalam Model Adopsi Digital Pembinaan Iman Mahasiswa.pdf Download (239kB) |
Abstract
Transformasi digital telah mengubah lanskap praktik beragama di kalangan mahasiswa, namun implikasinya terhadap pembinaan iman Katolik di perguruan tinggi non-Katolik di Indonesia masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) bagaimana mahasiswa Katolik memaknai praktik pembinaan iman di tengah ekosistem kampus sekuler dan digital, (2) tantangan kelembagaan yang mempengaruhi keberlangsungan pembinaan iman, serta (3) bagaimana integrasi pendekatan konvensional dan digital dapat dirumuskan secara kontekstual dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain konvergen pararel, melibatkan 39 mahasiswa Katolik dari 14 perguruan tinggi non-Katolik di Indonesia. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis secara deskriptif non-parametrik, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menggali pengalaman, tantangan, dan aspirasi mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan tiga simpulan utama. Pertama, mahasiswa Katolik menunjukkan ketahanan sakramental yang kuat, dengan Ekaristi dan pembinaan tatap muka dipersepsi sebagai praksis iman yang paling bermakna. Kedua, terdapat disfungsi ekosistem kelembagaan yang ditandai oleh keterbatasan dukungan universitas, inersia birokrasi pastoral, dan alienasi sebagai kelompok minoritas. Ketiga, rendahnya efektivitas platform digital mencerminkan digital dissonance, yakni kritik terhadap pola pemanfaatan teknologi yang tidak partisipatif dan kurang relevan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Model Integratif Pembinaan Iman Hibrida yang bersifat sirkular, dengan praksis sakramental luring sebagai poros stabil, formasi kognitif–afektif–komunitas sebagai proses formatif, serta Gereja dan universitas sebagai fasilitator ekosistem iman yang berkelanjutan.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | mahasiswa minoritas; spiritualitas digital; hybrid spiritual formation; manajemen inovasi; pendidikan tinggi non-Katolik |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education L Education > LC Special aspects of education > LC8-6691 Special aspects of education > LC251-951 Moral and religious education |
| Divisions: | LPPM |
| Depositing User: | Perpustakaan UWIKA |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:05 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:05 |
| URI: | http://repository.widyakartika.ac.id/id/eprint/3656 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
